Mutiara Hikmah UAS: Ingin Rizki Lancar Shalatlah Duha, Ini Batas Waktunya





Hajinews,id,- Ini penjelasan Ustadz Abdul Somad tentang shalat dhuha. Dalam sebuah video ceramahnya, UAS menjelaskan bahwa sholat duha menjadi salah satu ibadah sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

Sholat Duha dikerjakan ketika matahari sudah setinggi tombak hingga menjelang waktu Sholat Dzuhur. Waktu Sholat Duha terbentang sejak matahari naik hingga condong ke barat.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Di Indonesia, waktu ini terbentang selama beberapa jam sejak 20 menit setelah matahari terbit.

Jadi kapan batas waktu Sholat Duha? Dijelaskan Ustaz Abdul Somad bahwa batas waktu Sholat Duha yakni sekitar 15 atau 10 menit menjelang adzan Dzuhur.

Sebelum melaksanakan Sholat Duha, sebaiknya melafalkan niatnya terlebih dahulu.

 (Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Atau boleh juga mengucap lafadz niat yang lebih panjang berikut :

(Usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa)

Artinya: “Aku niat sholat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala”

Sholat Duha dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam.

Jumlah rakaatnya minimal dua rakaat.

Rasulullah kadang mengerjakan sholat duha 4 rakaat atau 8 rakaat.

Tata caranya sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu:

-Niat

-Takbiratul ihram, lalu membaca doa iftitah

-Membaca surat Al Fatihah

-Membaca surat atau ayat Al Qur’an

-Ruku’ dengan tuma’ninah

-I’tidal dengan tuma’ninah

-Sujud dengan tuma’ninah

-Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

-Sujud kedua dengan tuma’ninah

-Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

-Membaca surat Al Fatihah

-Membaca surat atau ayat Al Qur’an

-Ruku’ dengan tuma’ninah

-I’tidal dengan tuma’ninah

-Sujud dengan tuma’ninah

-Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

-Sujud kedua dengan tuma’ninah

-Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

-Salam

Keutamaan sholat duha

1. Dua rakaat sholat duha senilai 360 sedekah

Keutamaan ini banyak dikaitkan dengan lancarnya rezeki, karena setara dengan 360 sedekah.

 “Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

2. Empat rakaat sholat duha membawa kecukupan

Sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi:

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

3.Sholat duha sebagai penghapus dosa

Hal ini sesuai dengan sabda Raulullah:

“Barang siapa yang mengerjakan sholat Dhuha dan mampu menjaganya setiap waktu, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya. Sekalipun dosa-dosanya itu banyak seperti buih di lautan.” (HR. Tirmidzi dari Abu Daud Ra)

4. Sholat duha sebagai Wasiat Rasulullah

Dari Abu Hurairah Ra berkata:

“Kekasihku Rasulullah saw telah berpesan kepadaku supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur.” ( HR. Buhkari dan Muslim).

5. Shalat Duha dua rakaat sebagai pengganti tasbih, tahmid dan tahlil

Rasulullah bersabda:

“Setiap pagi ada kewajiban untuk tiap-tiap persendian bersedekah. Tiap-tiap tasbih itu sedekah, tiap-tiap tahlil sedekah, tiap-tiap tahmid sedekah, tiap-tiap takbir sedekah, tiap-tiap menganjurkan kebaikan sedekah, tiap-tiap mencegah yang mungkar sedekah dan cukup menggantikan semua itu dengan dua rakaat shalat dhuha”. (HR Muslim) (fur/TribunStyle).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.