Kenapa NU Terkesan Belum Puas pada Pemerintah ?

banner 800x800 banner 678x960

oleh; Hendrajit

(Penulis Wartawan Senior)

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Kalau mau jujur, justru di era sekaranglah NU menang banyak. Kalau dilihat Secara kuantitatif. Selain jabatan wapres, dua pos menteri tetap bertahan. Yakni Menaker dan mentri desa tertinggal. Malah tambah lagi menteri perdagangan. Menkopolhukam juga kader NU.

Tapi kenapa terkesan belum puas dan malah cenderung kritis pada pemerintah? Di sini ada psikologi NU yang tidak dipahami dan dikenali betul oleh para pemimpin yang menggunakan sudut pandang modern dan serba struktural fungsional.

Kebanggaan dan harkat warga NU baru merasa terwakili kalau diberi amanah sebagai menteri agama. Buat para pinisepuh dan ulama NU, NU pegang kementrian agama merupakan hal prinsipil.

Sehingga walaupun sekarang ibaratnya NU menang banyak, pada kenyataannya merasa ada yang kosong. Ibarat seseorang mendadak kaya raya, atau berjabatan tinggi, namun sontak sadar rumah keluarga di kampung halaman sudah tidak ada lagi. Ibarat orang asing di kampung halaman sendiri.

Pelajaran penting ke depan. Mendekati dan merangkul warga NU, apalagi kalau cuma para politisi NU, sama sekali nggak cukup.

Ada kalanya orang kemaruk harta, atau ambisi jabatan, ada sesuatu di hati kecilnya, di kekedalaman bawah sadarnya, kebanggaan pada sesuatu yang imaterial tetap yang utama.

Dan itu adalah jabatan kementrian agama. Mengapa? Karena buat NU itu hal prinsip. Ulama lah yang otoritatif pegang pos itu. Dan itu pula yang memicu perpisahan masyumi dan NU sebelum pemilu 1955.


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *