Dilema Ustadz

banner 800x800 banner 678x960

DILEMA USTADZ (suara hati seorang dai).

Ia berkata : Aku bangga menjadi pewaris para nabi…Aku bahagia bisa ikut mengemban tugas para nabi…Aku bersyukur mengikuti derap langkah para shabat…

Bacaan Lainnya


banner 678x960

Akan tetapi…sungguh begitu berat tugas dakwah ini, demi Allah sungguh berat rasanya, serasa sedang mendaki gunung yang terjal. Aku selalu menasihati orang lain…yang seharusnya aku adalah orang yang pertama mengerjakannya, akan tetapi….betapa sering aku terlambat mengerjakannya…

Bahkan kadang aku tidak mengerjakannya…bahkan yang lebih parah kadang aku menyelisihinya…!!!

Sungguh besar pahala dakwah yang ingin kuraih….akan tetapi sungguh besar pula kemurkaan Allah pada orang yang tidak mengerjakan apa yang ia nasihatkan.

Betapa ngeri nasib seorang da’i yang melanggar nasehatnya sendiri, usus perutnya terjulur keluar, ia berputar seperti alat penggiling gandum, dipermalukan dihadapan khalayak!!

Meskipun ancaman begitu ngeri aku harus tetap menyampaikan agama ini…

Aku dituntut untuk bisa menghiasi kata-kataku, ceramah, dan tulisanku agar bisa menarik dan mudah diterima masyarakat….akan tetapi aku juga diperintahkan untuk ikhlas dalam berdakwah, tidak ujub terhadap dakwahku apalagi mengharap pujian dan sanjungan manusia.

Sungguh terasa hina hatiku tatkala harus menerima upah/amplop dari dakwahku (meskipun aku tidak pernah memasang tarif sebagaimana para da’i selebriti yang bertarif setinggi langit), akan tetapi aku tetap meneriem upah tersebut…

Aku bukanlah da’i yang sudah memiliki penghasilan sendiri…aku tidak pernah menjadikan upah sebagai tujuanku, apalagi untuk menjadi orang konglomerat dengan upah tersebut, akan tetapi upah tersebut hanyalah sebagai penyambung hidupkku dan anak istriku dan agar aku tetap bisa terus berdakwah.

Ingin rasanya kuhabiskan waktuku untuk bekerja mencari dunia agar aku tidak lagi menerima upah, akan tetapi telah banyak tersita untuk belajar dan menambah ilmuku.

Aku tentu tidak mau menjadi da’i yang asbun tanpa ilmu dan menyesatkan masyarakat. Aku dituntut untuk menjadi tauladan, pandangan masyarakat seakan-akan menuntutku bahwa aku tidak boleh bersalah…

Akan tetapi aku hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, mesekipun aku berusaha menyembunyikan aibku, toh suatu saat ada saja yang tercium oleh masyarakat.

Yang sangat menyedihkan jika aku sekali bersalah terkadang masyarakat mencap buruk kepada ku….Lantas apakah aku harus merubah profesiku sebagaimana orang lain, menjadi pedagang yang taat atau pegawai yang amanah?? n

Ataukah aku tetap bertahan menjadi seorang da’i dengan penuh kekurangan? Sungguh aku hanya mengharapkan ampunan Allah dan kasih sayangNya, kuhibur diriku dengan firmanNya (Bertakwalah semampu kalian), (Allah tidak membebani jiwa kecuali yang dimampuinya), (Dan Allah mengampuni banyak kesalahan)

Allah maha tahu bahwa aku telah berusaha maksimal untuk ikhlash…telah berusaha menjauhkan dunia dari hatiku…akan tetapi sekali lagi aku hanyalah manusia biasa yang juga cinta akan pujian dan manisnya dunia…

Yaa Allah ampunilah hambaMu yang lemah ini…, tutuplah aib-aibku…janganlah Kau hinakan aku di akhirat kelak…. Aamiin

Oleh: Ustadz DR Firanda Andirja MA Hafidzahullah


banner 800x800

Pos terkait



banner 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *