Anggaran Rp 127 T, Ini Rincian Kerja Prabowo


banner 800x800

banner 400x400

Jakarta, hajinews.id,- Kementerian Pertahanan yang kini dinakodai Prabowo dan wakilnya Sakti Wahyu Trenggono memiliki anggaran paling besar. Untuk apa anggaran sebesar Rp127 trilyun?

Inilah ringkasannya seperti tercantum dalam Buku III APBN:

Bacaan Lainnya

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) merupakan unsur pelaksana Pemerintah di bidang pertahanan. Tugas pokok Kemenhan adalah perumusan, penetapan,dan pelaksanaan kebijakan di bidang strategi pertahanan, perencanaan pertahanan, potensi pertahanan, dan kekuatan pertahanan.

Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut, program prioritas Kemenhan antara lain peningkatan kekuatan pertahanan, modernisasi alutsista/non alutsista dan profesionalisme prajurit, serta kesiapan operasi matra darat, laut dan udara maupun secara integratif.

“Program prioritas tersebut dilaksanakan untuk menjamin tegaknya kedaulatan dan terjaganya keutuhan wilayah NKRI, serta terlindunginya keselamatan bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” demikian dikutip dari APBN 2020.

Pada 2020, Kemenhan mendapatkan pagu Rp 127,35 triliun yang bersumber dari rupiah murni sebesar 82,8%, pinjaman luar negeri sebesar 7,1%, rupiah murni pendamping sebesar 4,3% pinjaman dalam negeri sebesar 1,9%, PNBP sebesar 2,1% dan BLU sebesar 1,8%.

Dari pagu tersebut, sebanyak 41,6% dialokasikan untuk belanja pegawai, 32,9% untuk belanja barang, dan 25,4% untuk belanja modal.

Jika dibandingkan dengan TA 2019, pagu anggaran tahun 2020 meningkat sebesar Rp 18,6 triliun (15,6%).

Meningkatnya pagu Kemenhan antara lainuntuk memenuhi :

Kenaikan anggaran tunjangan kinerja yang ditetapkan pada akhir tahun 2018

Kenaikan anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan alutsista dengan kondisi kesiapan 70 persen

Pemenuhan kebutuhan BMP sebesar Rp 5.597,6 miliar

Pembentukan Koopsus sebesar Rp 506,0 miliar

“Pada TA 2020 Kemenhan akan melanjutkan program dan kegiatan prioritas yang strategis dalam rangka mendukung terwujudnya pemenuhan MEF.”

Beberapa output yang akan dicapai oleh Kementerian Pertahanan TA 2020 antara lain:
1. Pengadaan Alutsista dengan alokasi anggaran sebesar Rp 14,53 triliun
2. Pengembangan Sarana dan Prasarana Matra Darat sebesar Rp 1,25 triliun. Antara lain diperuntukkan :
(a) Rumah Prajurit TNI AD sebanyak 1.110 Unit
(b) Pos Pamtas sebanyak 9 Pos;
(c) Lanjutan pembangunan Divisi 3 (Kostrad, Kodam dan Yon Komposit)
3. Pengembangan Sarana dan Prasarana Matra Lauts ebesar Rp 2,06 triliun antara lain diperuntukkan untuk lanjutan Pembangunan Sarpras Koarmada III dan Pasmar-3 Sorong
4. Pemeliharaan/Perawatan Alpung, KRI, Kal dan Ranpur/Rantis untuk 143 unit sebesar Rp 3,19 triliun
5. Pemeliharaan/Perawatan Pesawat Udara, Senjata & Almatsus lainnya untuk 228 pesawat sebesar Rp 5,10 triliun (cnbcIndonesia/fur)


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.