Mantan Mentan Amran Sulaiman Ungkap Kesalahan Data Pangan


banner 800x800

banner 400x400

Jakarta, hajinews.id--Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkap kesalahan data pangan nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Ia meminta Syahrul Yasin Limpo yang menjadi penggantinya untuk serius memperhatikan masalah data tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kita harus jaga ketat data pangan. Izinkan aku sampaikan, aku tidak sampaikan sebelumnya. Data pangan yang ada dengan teknologi dan citra satelit itu salah. Kami sudah lihat, ada surat ke Kementerian Keuangan,” kata Amran di acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Menteri Pertanian, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Hal itu dikatakan Amran setelah tim antar lembaga melakukan pengecekan ulang ke lapangan. Ia mengaku khawatir kesalahan data pangan yang akan berdampak pada penyaluran pupuk bersubsidi.

“Kemarin data yang diambil BPS dan BPN disahkan, dan setelah dikroscek tim lembaga ternyata 92% sampel yang diambil salah. Kalau ini terjadi karena anggarannya sudah diketuk, nanti dampaknya tahun 2021. Pupuknya tidak disalurkan 600.000 hektare. Kalau itu terjadi, 2 juta orang tidak kebagian pupuk subsidi,” katanya sebagaimana dikutip CNBCIndonesia.com.

Selain itu, Amran Sulaiman juga menyoroti data luas baku sawah yang dikeluarkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Menurutnya, ada kekeliruan hasil citra satelit, salah satunya di Banyuasin, Sumatera Selatan

“Di Banyuasin ada 9.700 hektare hektare tapi dalam citra satelit nol, Jawa Timur ada 200.000 hektare tambahan, bisa dibayangkan,” kata Amran.

Masalah perbedaan data luas baku sawah pernah terjadi pada 2018. Dikutip dari detikcom, Kementerian ATR/BPN menetapkan lahan baku sawah Indonesia mengalami penyusutan di sejumlah daerah. Luas baku sawah Indonesia 7,79 juta hektare, sementara data Sensus Pertanian BPS 2016 sebesar 8,19 juta hektare, atau berkurang 1,08 juta hektar.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.