Keberadaan Wakil Menteri Bertentangan dengan Reformasi Birokrasi Jokowi


banner 800x800

banner 400x400

Jakarta, hajinews.id— Partai Amanat Nasional (PAN) menilai pelantikan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju hari ini menimbulkan tanda tanya. Sebab, menurut PAN, pelantikan wakil menteri itu bertentangan dengan gagasan presiden untuk melakukan reformasi birokrasi.

“Saya juga melihat bahwa pelantikan wakil menteri yang dilakukan hari ini masih menimbulkan tanda tanya. Menyisakan tanda tanya, kenapa? Karena pada saat pelantikan presiden, presiden mengatakan bahwa akan melakukan reformasi birokrasi yang luar biasa menurut saya kalau itu dilakukan itu terobosan besar yaitu dengan memangkas eselon 3 dan 4. Jadi nanti akan disisakan hanya eselon 1 dan 2. Itu sebetulnya satu langkah yang progresif dan saya kira perlu dicoba,” kata Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Bacaan Lainnya

“Tapi pada sisi yang lain kita mendengar ada 12 yang sedang diperkenalkan di Istana untuk menjadi wakil menteri. Pertanyaannya apakah ini tidak bertentangan atau kontradiktif dengan gagasan presiden untuk memangkas birokrasi di pemerintahan itu tadi,” sambung dia.

Selain itu, kata Saleh, hampir di setiap kementerian memiliki dirjen dan deputi. Dia pun mempertanyakan pembagian tugas antara wakil menteri dengan dirjen dan deputi nantinya.

“Dirjen-dirjen ini adalah pembantu menteri, artinya sudah ada yang membantu di dalam itu. Nah sekarang ditaruh lagi wakil menteri yang tugasnya juga kelihatannya untuk membantu melancarkan tugas menteri. Nah nanti bagaimana ini job descriptionnya. Apakah wamen ini nanti hanya dipakai untuk tugas-tugas dalam hal ini seremonial saja, misalnya membuka pelatihan, membuka rapat dan lain sebagainya. atau mungkin bisa mengeksekusi program,” ujar Saleh.


banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.