Mutiara Pagi: Takdir, Nikmat dan Rahmat





Tidak selamanya ujung dari sebuah ikhitar itu berakhir pada kesuksesan. Ada ruang yang mesti kita sadari disini, ruang di mana setiap ikhitiar tak dapat kita ketahui ujungnya. Ruang yang benar–benar sangat gelap bagi kita semua. Ruang itu adalah kehendak Allah.

“Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang diusahakannya besok.”
(QS. Luqman :3)

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Terkadang seseorang tertimpa takdir yang menyakitkan yang tidak disukai oleh dirinya. Kemudian dia tidak bersabar, merasa sedih dan mengira bahwa takdir tersebut adalah sebuah pukulan yang akan memusnahkan setiap harapan hidup dan cita-citanya.

Akan tetapi, sering kali kita melihat dibalik keterputus-asaannya ternyata Allah memberikan kebaikan kepadanya dari arah yang tidak pernah ia sangka-sangka.

Oleh karena itu, maka lihatlah takdir ini dengan kacamata nikmat dan rahmat, dan bahwasanya Allah Ta’ala bisa jadi memberikan kita nikmat ini karena memang Dia sayang kepada kita.

Karena Allah Ta’ala pun telah berfirman,

“….bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al Baqarah: 216)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.