Pelantikan Presiden Usai, FUI Minta Ulama Kembali Dakwah kepada Umat dan Penguasa





Jakarta, hajinews.id—Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (Sekjen FUI), KH Muhammad Al Khaththath meminta kepada para ulama dan tokoh umat Islam, khususnya yang tergabung dalam FUI, yang dalam pilpres 2019 terlibat dalam dukung-mendukung pasangan capres-cawapres hendaknya kembali dalam posisi sebagai ulama waratsatul anbiya. Yakni bertugas memberikan pencerahan, nasihat, dan amar ma’ruf dan nahi munkar baik kepada penguasa maupun kepada umat secara umum.

“Karena keberadaan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 yang pelantikannya dihadiri seluruh kelompok politik yang kemarin berseteru dalam pilpres merupakan suatu realitas politik yang tidak perlu dipertanyakan lagi,” kata Al Khaththath di Jakarta, Senin (21/10).

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Sementara, kepada para pimpinan ormas dan lembaga Islam serta para ulama dan aktivis Islam diminta merujuk kepada format baru perjuangan umat yang disusun FUI 1441 H. Format ini sebagai panduan pergerakan pemberdayaan umat dalam berbagai bidang.

“Kami mengingatkan kepada seluruh jajaran pemerintah baru agar selalu mengingat dan memperhatikan Hadits Nabi Muhammad Saw, bahwa jabatan pemerintahan adalah amanah yang di hari kiamat nanti akan menjadi hinaan dan sesalan kecuali mereka yang mendapatkan jabatan dengan benar dan melaksanakan amanah jabatan dengan benar,” tuturnya sebagaimana diberitakan IndonesiaInside.id

Ia menyerukan kepada seluruh ulama, habaib, dan pimpinan ormas/lembaga Islam dari kubu manapun untuk merapatkan barisan dan mempererat ukhuwah Islamiyah dalam menjaga keselamatan bangsa Indonesia. Wabil khusus keselamatan aqidah, syakhshiyyah dan akhlaq mereka.

“Serta menjaga keutuhan NKRI agar menjadi negara yang kuat, berkah, aman, dan sentosa, baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ucap Al Khaththath.

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.