Pengalaman Ziarah ke Makam Imam Bukhari di Rusia

H. Harsono dan istri ketika di depan masjid Imam Bukhari Uzbekistan (dok).




Jakarta, Hajinews.id,- Menginjakkan kaki ke tanah Uzbekistan tepatnya di Samarkand adalah pengalaman yang tak bisa dilupakan bagi H, Harsono, Ketua Ikatan Persaudaraan haji Indonesia (IPHI) Wilayah Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya


banner 400x400

“Kota Samarkand di Uzbekistan sangat indah dan saya berkesempatan masuk ke makam Imam Bukhari, Masjidnya juga indah dan baru dua tahun terbuka bagi turis asing,” kata H. Harsono mengenang perjalanannya ke kota sejarah itu.

Keberangkatannya ke Uzbekistan memang sengaja melakukan ziarah, mengenal jasa perawi hadits yang sangat masyhur, yang ternyata makamnya di Uzbekistan yang dulu menjadi wilayah Unisovyet. Keterkenalan makam Imam bukhari itu awalnya atas jasa Bung Karno.

Cerita Bung Karno soal makam Imam Bukhari akan dijelaskan kemudian tapi intinya berkat Bung Karno, makam Imam Bukhari yang tak terawat menjadi megah dan ada masjidnya yang juga sangat indah, karena pemerintah Sovyet membangunkannya atas saran Bung Karno.

Kini Makam Imam Bukhari menjadi terbuka buat wisata ziarah, ya wisata untuk mengenal lebih dekat siapa sesungguhnya Imam Bukhari dari yang berasal dari Bukhara, Samarkand di Uzbekistan (negara yang dulu bagian dari Sovyet).

Imam Bukhari nama aslinya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari. Ia lahir di Bukhara, 13 Syawal 194 H (21 Juli 810), sehingga lebih dikenal sebagai Imam Bukhari. Ia wafat di Khartank 1 Syawal 256 H (1 September 870)). Imam Bukhari, adalah ahli hadis yang termasyhur di antara para ahli hadis sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam buku-buku fiqih dan hadis, hadis-hadisnya memiliki derajat yang tinggi.

Menurut H. Harsono, bagi warga Indonesia yang ziarah ke makam Imam Bukhari, juga bisa mampir ke Masjid Kathedral dan ke Gereja Saint Basil di Kremlin naik kereta gantung. Sekadar diketahui, Islam di Moskow sudah merupakan agama ke dua yang pengikutnya besar setelah Kristen Ortodox.

Jalan-jalan ke Uzbekistan khususnya di tiga kota besar yakni Bukhara, Samarkand dan Tashkent,  dapat mengetahui bagaimana kejayaaan Islam masa lalu ketika Islam sampai ke Asia Tengah hingga Eropa Timur.

Hanya mengeluarkan kocek sekitar Rp40 juta per orang, peziarah dari Indonesia sudah terpuaskan dengan perjalanan yang mengasyikkan bersama rombongan dari Hiswana Migas. Mereka menelusuri sejarah budaya Islam bersama Biro Travel WS Holiday sekitar 10 hari. (fur, seperti dituturkan oleh H. Harsono).

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.