Mutiara Pagi: Kikir itu Penyakit





Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Bacaan Lainnya


banner 400x400

Sesungguhnya perilaku manusia yang mencintai dirinya sendiri (hubbu nafsi) dan selalu mengutamakan dirinya daripada orang lain itu sangat dibenci oleh Rasulallah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena merupakan cerminan sifat individualisme. Yaitu sifat yang hanya memikirkan maslahat dan diri sendiri serta cenderung ingin menang sendiri.

“Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS.Al-Hasyr: 9).

Manusia itu perlu mengenali karakter buruk yang ada dalam dirinya. Agar dalam proses mencari harta ia tidak terjebak ke dalam golongan yang terlalu berlebihan mencintai dunia. Diantara karakter buruk tersebut adalah sifat kikir

Katakanlah : “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. Dan adalah manusia itu sangat kikir.”
(QS.Al Isra : 100)

Sesungguhnya pada saat itulah keimanan seseorang diuji untuk mau saling berbagi. Jika ia memiliki keimanan yang kuat, tentu saja dengan penuh kesadaran ia akan mengeluarkan sebagian hartanya untuk sesama. Namun jika ternyata ia menjadi kikir, berarti penyakit wahn (cinta dunia) telah menguasai dirinya.

“Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang diberikan Allah kepada mereka mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari Kiamat. Milik Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi. Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S Ali Imran: 180)

Kikir bukanlah karakter orang beriman. Sebaliknya, kikir merupakan bukti lemahnya iman seseorang yang masih begitu besar kecintaannya terhadap harta dunia, sehingga berat baginya mengeluarkan sebagian harta yang dimilikinya untuk dibelanjakan di jalan Allah.

“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan jangan pula kamu terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) sehingga nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.” (Q.S Al-Isra: 29)

banner 400x333

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.